Dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan. Melalui Kurikulum Merdeka, Kemendikbud membentuk suatu program Profil Pelajar Pancasila (P3). Melalui P3 ini, harapannya siswa dapat memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi bangsa kita dan terciptalah Pelajar Pancasila. Penting menerapkan jiwa Pelajar Pancasila pada era modern saat ini. Perkembangan zaman menyebabkan mulai memudarnya nilai-nilai dan norma yang diterapkan di masyarakat, terjadi banyak penyimpangan bahkan mulai berkembang pesatnya westernisasi (Budaya Barat) yang menjamur dikalangan generasi muda, yang pada intinya kebudayaan tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila. Sehingga mengakibatkan lunturnya kecintaan mereka terhadap budayanya sendiri.
Dimensi Berkebinekaan Global adalah dimensi kedua dalam Profil Pelajar Pancasila. Karakter kebinekaan global menjadi tujuan utama dari Profil Pelajar Pancasila yang menumbuhkan rasa saling menghargai perbedaan dan keberagaman budaya dari berbagai wilayah. Terdapat 3 elemen kunci guna mencapai Profil Pelajar Pancasila yang berkebhinekaan global, yaitu :
- Mengenal dan menghargai budaya
- Kemampuan komunikasi inter kultural dalam berinteraksi dengan sesama
- Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan
Guna menumbuhkan kesadaran Murid dalam Berkebinekaan Global, sebagai Pendidik kita perlu menerapkan pemahaman tersebut dalam proses kegiatan belajar mengajar. Agar peserta didik dapat mengenali perbedaan yang ada di dalam lingkungan kelas ataupun lingkungan sekolahnya, mulai dari perbedaan Bahasa, perbedaan Ras warna kulit, Perbedaan kebiasaan dan kebudayaan, Perbedaan Agama. Sehingga siswa dapat menerima perbedaan tersebut dan dapat saling menghargai serta menghormati perbedaan itu.
Berikut jenis-jenis pembelajaran yang diterapkan agar dapat menumbuhkan kesadaran Kebinekaan Global pada murid SMAN 1 Dukuhwaru. Pembelajaran dengan sistem berkelompok. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menumbuhkan kesadaran terhadap perbedaan, mulai dari perbedaan pemikiran, perbedaan ahasa ataupun agama. Tujuan dari diskusi kelompok adalah untuk menggabungkan berbagai macam pendapat dari anggota kelompok agar dapat menjadi satu tujuan, tanpa memandang latar belakang dari siapa yang berpendapat. Pembelajaran berkelompok juga mampu menumbuhkan rasa saling menghargai pendapat yang diberikan oleh teman satu kelompok.





Nur Rila Wati,S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
