Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai dan norma yang terkandung dalam setiap sila ideologi bangsa ini. Nilai dan norma tersebut mengatur tata kehidupan bermasyarakat dan bersosial antar warga negara Indonesia. Hal ini terwujud dalam adab yang wajib diterapkan seperti menghormati orang yang lebih tua dan selalu bersikap santun.
Sebagai Pendidik, kita sudah sepatutnya memberikan pendidikan adab sebagai bekal dikehiupan masa depan untuk menciptakan generasi penerus yang baik akhlak dan budinya. Karena pendidikan tidak hanya soal akademik, melainkan soal menciptakan manusia yang beradab baik.
Berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan, terdapat Trilogi pendidikan yang harus dimiliki oleh seorang pendidik bagi siswanya :
- Ing Ngarso Sung Tulodho
Bermakna bahwa seorang guru mempunyai kewajiban untuk memberikan teladan yang baik bagi peserta didiknya. Teladan berupa akhlak yang baik serta budaya sopan santun.
- Ing Madyo Mangun Karso
Kalimat ini memiliki makna bahwa sebagai seorang guru, kita harus bisa memberikan motivasi kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa untuk lebih semangat dalam berprestasi.
- Tut Wuri Handayan
Memiliki makna bahwa seorang guru harus memberikan tuntunan dan arahan kepada siswa.
Berdasarkan Permendikbudristek No. 56/M/2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yag disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran yang baru dimunculkan pada sekolah penggerak. Sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Belajar mengajar, maka SMAN 1 Dukuhwaru melaksanakan Proyek P5 tentang penerapan Budaya 5S di lingkungan Sekolah.
Sekolah menjadi salah satu tempat bagi siswa dalam memperoleh pendidikan karakter. Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun) adalah budaya yang patut diterapkan dalam lingkungan sekolah agar siswa dapat menerapkan rasa hormat dan rasa saling menghargai dengan sesama teman, guru serta warga sekolah. Target dari Proyek ini adalah untuk menerapkan pembiasaan Budaya 5S sebagai bekal siswa dalam kehidupan sosial yang berkarakter baik.
Selain pembiasaan Budaya 5S ada hasil karya yang menjadi target capaian dalam proyek ini. Dimana siswa secara berkelompok membuat hasil karya berupa film pendek tetang penerapan 5S dan Poster yang mengkampanyekan Budaya 5S. Setelah menghasilkan karya, selanjutnya siswa menyebarluaskannya melalui sosial media, agar pemahaman budaya 5S dapat tersebar luas dengan baik.
Berikut ini adalah tahapan pelaksanaan Proyek P5 Budaya 5S di SMAN 1 Dukuhwaru :
- Sosialisasi
Sosialisasi ini dilakukan oleh Panitia Proyek P5 kepada Guru dan Siswa tentang pemahaman Budaya 5S. serta mendatangkan narasumber yang memilik kepakaran dalam pemahaman tentang 5S.

- Observasi
Observasi dilakukan oleh peserta didik dilingkung SMAN 1 Dukuhwaru tentang penerapan 5S yang dilakukan oleh siswa, guru, karyawan dan seluruh warga sekolah sudah berjalan baik atau belum.

- Merefleksikan Hasil Observasi
Dari hasil observasi, peserta didik selanjutnya merefleksikan penerapan 5S dilingkungkan sekolah agar dapat membedakan penerapan yang baik dan penerapan yang salah.

- Menghasilkan Karya
Selanjutnya, secara berkelompok berbekal pemahaman Budaya 5S yang sudah disampaikan, peserta didik mengkampanyekan Budaya 5S tersebut dalam sebuah karya berupa Film Pendek dan Poster berisikan tentang pemahaman Budaya 5S.
Proses Pembuatan Film Pendek tentang Budaya 5S

Proses pembuatan Poster tentang Budaya 5S

- Penyebarluasan Pemahaman
Tahap akhir dari Proyek ini adalah penyebarluasan hasil karya melalui sosial media masing-masing kelas serta melalui website sekolah. Penyebarluasan yang kedua, peserta didik memasang hasil karya poster di setiap sudut strategis sekolah.
Hasil penyebarluasan Sosial Media
Sumber : https://sites.google.com/guru.sma.belajar.id/smandukp5/?pli=1
